Hari ini aku gak ngantor, aku sakit!
Beberapa hari yang lalu aku mendapatkan tamparan yang membuat kepala sedikit pening akhirnya terjatuh sakit seperti ini...
Aku bukan wanita lemah, aku sangat tau kapasitas ketahanan yang ada dalam diriku.
Tapi aku tidak mengerti kenapa aku bisa sejatuh ini...
Aku memiliki sahabat, Bayu Hutama Putra itu namanya. Sebenarnya aku merasa takut menulis namanya disini. Tapi santai saja tidak akan ada yang membaca tulisanku ini.
Kita bersahabat dari sejak SMP. Aku selalu menepis bahwa rasa nyaman yang ada adalah sebuah cinta. Ini adalah kenyamanan dari sebuah persahabatan. Dan persahabatan tidak akan pernah aku kotori atas nama cinta yang akan menghancurkan persahabatan ini.
Aku selalu mencari celah untuk dekat dengan lelaki manapun, agar aku bisa dengan mudah menepis kenyamanan tidak wajar dari persahabatan ini. Sudah berkali-kali aku berganti pacar untuk mencari kenyamanan yang lebih atau paling tidak serupa.
Tapi aku tidak pernah bisa.
Dengan siapapun, aku akan tetap lebih nyaman dengan sahabat ini.
Aku punya cara untuk menjauh, sedikit berkomunikasi, jarang untuk bertemu atau mungkin tanpa komunikasi sama sekali. Tapi tetap saja.
Sudah sangat banyak kejadian dalam hidup aku. Aku pernah berpura-pura untuk tidak pernah bisa move on dari salah satu pacar, agar semuanya baik-baik saja, dan aku berhasil menutupi kenyamanan dan perasaan aneh ini.
Aku selalu bilang, saat bertemu dengan sahabat ini tidak pernah ada getaran yang lebih, bahkan aku tidak mandipun aku akan biasa saja. Itu semua hanya basa basi saja.
Aku sudah bergonta ganti pacar berkali-kali, dia juga. Setiap dia punya pacar aku harus juga mengobati luka dengan memiliki pacar. Aku selalu berusaha untuk lebih dulu memiliki pasangan saat kita sama-sama sendirian. Aku tidak mau mengambil resiko.
Sampai pada akhirnya satu tahun yang lalu saat aku benar-benar terpuruk aku memilih untuk ke jakarta. Aku tidak boleh terlalu sering bertemu dan berkomunikasi dengan dia, aku takut. Biarpun biasanya aku berpura-pura I'm OK.
3 hari yang lalu. Aku tahu dia sudah memiliki perempuan cantik disampingnya, dia sering putus dan kemudian balikan lagi. Dari situ aku merasa aku memang tidak boleh memiliki sedikitpun perasaan apapun. Biarpun kemaren sebenarnya aku ingin berkata jujur apapun hasilnya. Tapi aku putuskan untuk tidak berkata apapun. Dan pasti aku kecewa. Dan baru kali ini aku sakit karena perasaan tidak penting ini.
Aku juga sadar ku tidak memiliki modal apapun untuk mencintai laki-laki. Aku hanya seperti ini, aku tidak sempurna.
Semoga Tuhan akan segera mengirimkan lelaki yang mampu menerima segala kekuranganku dengan ikhlas....
Semoga kamu bahagia sahabat... karena sahabat yang baik adalah sahabat yang akan selalu mendukung sahabatnya....
SAHABAT....
tidak akan lagi aku melakukan hal bodoh ini lagi... akan kutepis sekuat hati...
karena sahabat adalah murni sahabat... tidak ada hal lain lagi...
tidak ada persahabat berubah menjadi cinta...
karena cinta dari sahabatku sudah ada sendiri...
Kamis, 29 Oktober 2015
Kamis, 22 Oktober 2015
Aku Manusia dan Dia Manusia Tidak pernah ada yang sempurna
Aku sempat marah sama teman, sahabat, atau mungkin sudah seperti saudara...
Aku merasa betapa bodohnya dia...
Hanya diuji dengan masalah yang menurutku sangat sepele dan kecil sekali dibandingkan masalahku... Tapi dia begitu kacau...
Bagaimana nanti saat dia dihadapkan dengan hidup yang begitu kejam seperti yang ku hadapi???
Aku berfikir dunia ini kejam dan dia sangat lemah...
Aku memberikan dia nasehat dengan tutur kata yang sangat apik...
Hanya jawaban IYA IYA dan IYA tapi tetap saja mental...
Masalah sangat kecil selalu di dramatisir olehnya...
Masalah selalu dibesar-besarkan dan di bumbui kebohongan oleh dia...
Aku begitu bosan dan muak dengan perilaku dan cara dia dalam menghadapi masalah yang sangat sepele...
Sampai pada akhirnya aku putuskan untuk tidak peduli sama sekali dengan dia dan segala curhatannya..
Tapi aku ingat salah satu teman dulu pernah bekata, bahwa Tuhan memberikan ujian bukan dari besar kecilnya, tetapi dari kuat atu tidak umatnya menerima ujian itu. Bukan orang lemah, jika orang itu mendapatkan ujian kecil tapi dia begitu terpuruk. Karena kehebatan seseorang adalah dia yang mampu menghadapi masalah apapun itu sekecil apapun itu...
Dari situ saya sadar, dan saya tetap memilih untuk diam dan hanya mendengarkan...
Karena Tuhan tidak selalu menguatkan umatnya dengan ujian yang besar, kehidupan yang keras.
Tapi Tuhan menguatkan umatnya dengan berbagai macam cara...
Tapi aku ingat salah satu teman dulu pernah bekata, bahwa Tuhan memberikan ujian bukan dari besar kecilnya, tetapi dari kuat atu tidak umatnya menerima ujian itu. Bukan orang lemah, jika orang itu mendapatkan ujian kecil tapi dia begitu terpuruk. Karena kehebatan seseorang adalah dia yang mampu menghadapi masalah apapun itu sekecil apapun itu...
Dari situ saya sadar, dan saya tetap memilih untuk diam dan hanya mendengarkan...
Karena Tuhan tidak selalu menguatkan umatnya dengan ujian yang besar, kehidupan yang keras.
Tapi Tuhan menguatkan umatnya dengan berbagai macam cara...
Langganan:
Postingan (Atom)